Oleh : Arman El - Fin
Malam ini,aku bertandang diatas perahu
Merajut kisah-kisah yang terpenggal
bersama halilintar
hingga membuat anak-anak menangis dalam harapan
mungkin kau mendengar suara itu!
Seperti mereka mendengar reruntuhan
Atas gedung-gedung yang tartimpa rudal
Yang tersekap empat tahun yang lalu
Pertengahan bulan januari…..
Kutatap bulan mengapung didahan yang kosong
Terbakar dibawah jendela rumahmu,
Menghanguskan seribu nostalgia yang tersimpan didalam perut,
bumi pertiwi.
Hingga diriku terlelap dalam takdirnya
Sekarang…!
Ingin rasanya diriku menyibak samudera
Mengambil karang yang tersimpan didalamnya
Tapi…..diriku masih gagap atas cuaca hari ini
Karena dari bulan Desember-januari
Hatiku diselimuti rasa kegetiran.
Tepat pada akhir bulan januari…..
Angin membawa kabar kematianmu
Menggugurkan daun dipelupuk mataku
Menetes laksana getah pepaya
Menabur darah diatas aspal berlumpur kematian
Namun,sebelum semuanya berakhir
Perkenankan diriku bersenandung himne kematian
Tuk mengenang secangkir senyum madumu
No comments:
Post a Comment